Cari Tau Lebih Banyak Yukk !?

Senin, 05 Juni 2017

Generasi muda Kendari Bermimpi Jadi Pemimpin? yuk gabung di XL Future Leaders mumpung lagi Dibuka !!



XL Axiata Kembali Menghadirkan Program XL Future Leaders (XLFL) Global Thinking di tahun ini. Kesempatan untuk mengikuti program XLFL kembali dibuka mulai 6 Maret 2017 hingga 6 Juni 2017.  Tekad PT XL Axiata (XL Axiata) untuk ikut menyiapkan generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin, yang mampu bersaing secara global di masa mendatang masih tetap kuat. Melanjutkan komitmen perusahaan menjalankan inisiatif sosial berkelanjutan di bidang pendidikan, untuk itu XL Axiata kembali menghadirkan program XL Future Leaders (XLFL) Global Thinking di tahun ini. Kesempatan untuk mengikuti program XLFL kembali dibuka mulai 6 Maret 2017 hingga 6 Juni 2017.
Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, mengatakan tahun ini akan menjadi tahun ke enam bagi Program XLFL Global Thinking. Jadi sudah ada 5 angkatan yang terbentuk dengan 3 angkatan, di antaranya telah menyelesaikan program. Total kata dia, program ini telah mentransfer ilmu dan pengetahuan mengenai kepemimpinan dan berbagai keahlian berorientasi masa depan bagi 700 peserta. “Kembali kami membuka kesempatan bagi para mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan berbagai manfaat melalui program yang sangat bagus ini,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Kamis (9/3/2017).
Untuk bisa mengikuti program berdurasi 2 tahun ini, syarat yang harus dipenuhi antara lain berstatus sebagai mahasiswa aktif, berusia maksimal 21 tahun. Pada saat mendaftar sedang menempuh tahun pertama atau kedua program S1, terbuka untuk semua jurusan, serta memiliki IPK minimal 2,8. Program XLFL ini, terbuka untuk seluruh mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. “Untuk program XLFL tahun ini, jumlah peserta yang diterima minimal 120 orang, terpilih melalui serangkaian seleksi ketat yang diadakan XL. Tidak ada kuota khusus untuk masing-masing daerah pada saat seleksi peserta dilakukan,” katanya.
Para mahasiswa yang tertarik mengikuti program XL Future Leaders, dapat mengikuti seleksi dengan melakukan registrasi secara online via website join.xlfutureleaders.com yang dapat dilakukan mulai 6 Maret hingga 6 Juni 2017. Bagi peserta yang lulus registrasi online, akan diumumkan pada Juli 2017. Peserta yang lulus registrasi online akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes Bahasa Inggris dan interview yang diadakan Juli 2017. Peserta yang lulus tahap ini, akan diumumkan pada Agustus 2017.
Tahap selanjutnya yang harus diikuti, oleh calon peserta program XLFL adalah FGD dan Interview, yang diadakan pada Agustus-September 2017. Pengumuman peserta yang lulus tahap ini, dan sekaligus menjadi peserta XLFL batch 6, akan diumumkan pada Oktober 2017. Pengumuman kelulusan dari setiap tahap seleksi akan disampaikan melalui official website dan media social XLFL. Untuk dapat menyosialisasikan program XLFL kepada mahasiswa-mahasiswa di Indonesia, tim XL Axiata melakukan roadshow ke berbagai universitas di 25 kota yang tersebar di berbagai daerah. Roadshow program XLFL ini akan berlangsung pada April-Mei 2017. Pada roadshow ini, XL Axiata akan menjelaskan mengenai program XLFL batch 6 kepada para mahasiswa, serta akan ada talkshow interaktif dan sharing session.
Program XLFL Global Thinking, akan mengajarkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk mampu berkiprah di tingkat global, termasuk mampu bersaing dalam memperebutkan posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional dunia di masa mendatang. Proses pendidikan dan bimbingan peserta XLFL batch 6, akan mengacu pada kurikulum yang dirancang XL, bekerjasama dengan Cognition, yaitu sebuah lembaga pendidikan global yang juga telah mengembangkan kurikulum program sejenis dan kini telah diterapkan di sejumlah negara, antara lain Malaysia, yang dijalankan oleh Axiata (Axiata Young Talent Program/YTP). Pada kurikulum ini, peserta akan mendapatkan materi yang menekankan 3 kompetensi, yaitu komunikasi efektif, jiwa kewirausahaan dan inovasi, serta pengelolaan perubahan.

Sabtu, 03 Juni 2017

7 Fakta Menarik tentang Afi Nihaya Faradisa yang Jarang Diketahui publik

1. Afi lahir dari keluarga sederhana
Afi merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Wahyudi dan ibunya bernama Sumarti. Sebelumnya ayah Afi bekerja berjualan cilot (cilok) keliling dan sekarang berjualan bakso dengan menggunakan rombong (gerobak) di depan masjid dekat rumahnya.
Jarang ada yang tahu jika selama ini, sang ayah mengurusi masjid Al-Hidayah. Mulai dari membersihkan masjid, azan, hingga menjadi imam shalat.
"Saya milih berjualan bakso depan masjid pakai rombong biar kalo masuk waktu sholat bisa langsung ke masjid azan dan jadi imam, " jelasnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.
Sedangkan ibunya, Sumarti menderita glukoma dan kehilangan penglihatannya sejak tiga tahun terakhir. Otomatis sehari-hari dia lebih banyak menghabiskan waktu dalam rumah. Sumarti mengaku lulus SD dan tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak punya biaya.
"Saya nggak mau anak saya seperi saya. Asa dan adiknya harus sekolah tinggi bagaimanapun caranya," katanya.

2. Afi adalah admin pembongkar hoax terbesar di Indonesia
Sejak dua tahun terakhir, Afi menjadi salah satu admin termuda di grup pembongkar hoax terbesar di Indonesia. "Saya bisa belajar karena di balik isu hoax ada kepentingan besar dan kita ini secara tidak sadar dimanfaatkan oleh kepentingan tersebut," jelasnya.
Sebagai administrator grup, Afi menggunakan akun facebook yang berbeda, tidak menggunakan akun yang dipakainya sehari-hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari serangan-serangan dari orang yang tidak menyukai statusnya.

3. Afi rajin menulis diary menggunakan tulisan tangan
Afi memiliki lebih dari empat buku harian tebal yang berisi catatan hariannya yang ditulis rapi dengan tangan. Tulisan pertamanya pada Rabu 14 Mei 2015.
Afi mengaku bahwa buku harian tersebut berisi tentang perjalanan hidupnya dan setiap peristiwa yang ia alami. Semua ditulis detail di catatan itu.
 
4. Afi mengetik status dengan telepon seluler bekas seharga Rp 600.000
Sepanjang apapun status yang diunggah di facebook, Afi memanfaatkan ponsel android untuk menulisnya. Ia mengatakan, kalau menulis di laptop atau komputer, idenya justru tidak keluar.
"Sepanjang apapun statusnya, ya saya ngetiknya pakai handphone. Biasanya saya menulis siang atau sore hari selepas sekolah," katanya.
Sejak statusnya viral di dunia maya, Afi memilih menonaktifkan pemberitahuan atau notifikasi pada akunnya. Dalam satu jam, ia bisa menerima ratusan pemberitahuan termasuk komentar dan pesan di facebooknya.
"saya usahan saya balas satu persatu tapi kadang kewalahan juga," katanya sambil tertawa.
5. Afi sempat diancam dibunuh dan diteror karena statusnya
Asa mengaku sering mendapat ancaman pasca statusnya di akun Facebooknya viral dan disukai banyak orang. Ancaman itu datang dari inbox di Facebooknya dan telepon dari orang tidak dikenal.
"Saya dianggap sebagai liberal, sekuler, dan tidak berpihak kepada Islam," kata siswi kelas III SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi itu saat ditemui di Kota Malang, Jumat (19/5/2017).
Walaupun berkali-kali diancam, Asa mengaku tidak akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Baginya, semakin ancaman itu ditanggapi, yang mengancam semakin senang.

6. Diundang bupati, profesor, menteri, hingga mengisi acara televisi
Pasca tulisannya yang berjudul warisan menjadi viral dan akunnya sempat tidak bisa diakses, pamor Afi terus meningkat. Berbarengan dengan akunnya yang tidak dibuka, Afi dan ayahnya diundang Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, sarapan di ruang kerjanya.
Afi juga menerima undangan rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang untuk berbicara di depan para profesor dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa timur pada 20 Mei 2017.

7. Follower akun Afi bertambah setiap hari
Pada 13 Desember 2016, akun facebook Afi diikuti oleh 93.316 orang dan saat ini pengikut akun Afi Nihaya Faradisa sudah mencapai 520.644 orang. Selain itu, banyak bermunculan akun baru dengan nama yang sama dan juga mengguna foto Afa.
"Facebook saya ya cuma satu. Saya nggak punya twitter, nggak punya blog. Instagram saja baru Februari 2017 kemarin buatnya," katanya sambil tertawa